MI Mambaul Ulum

Selamat datang di blog MI Mambaul Ulum. Semoga bermanfaat.

Kegiatan Ziaroh Kubur

Kegiatan ini diadakan setiap akhir tahun. sebagai wujud pembelajaran ruhaniah bagi para siswa

Kamis, 26 Februari 2015

Mengenalkan Pemanfaatan Internet Sedini Mungkin



Selain membuka kelas regular, MI Mambaul Ulum kota Tegal juga mengadakan kelas percontohan atau unggulan. Dengan harapan ketika di kelas atas nanti mereka mampu menjadi contoh bagi siswa lainnya tentang kedisiplinan dan ketekunan belajar. Fasilitas yang diberikan terhadap siswa-siswi yang lolos seleksi kelas percontohan pun sangat mendukung bagi mereka. Diantaranya ialah ruang belajar yang menyenangkan, pembelajaran menggunakan proyektor LCD dan lain sebagainya. Selain itu mereka juga dibekali tentang cara penggunaan layanan internet.
Diera kemajuan teknolgi informasi seperti saat ini, mereka para peserta didik yang notabenya adalah anak usia dini harus mendapatkan filter informasi dari yang mereka peroleh. Situs-situs yang tidak bertanggung jawab di internet begitu bebas untuk diakses. Maka sudah seharusnya kita mengarahkan dan memberi pengertian sedini mungkin kepada mereka, bahwa pemanfaatan internet bukan sekedar untuk bermain game atau berinteraksi melalui sosial media saja, facebooker misalnya. Ada yang lebih penting dari itu, internet adalah cara kita untuk mengetahui informasi yang bermanfaat, untuk berbisnis, memanfaatkan e-learning, atau mengakses berita yang juga disajikan secara online di epaper Radar Tegal.

Sabtu, 12 Juli 2014

gerakan santri menulis

Gerakan santri menulis dilaksanakan di Pondok pesantren Mambaul Ulum pada hari Sabtu, 12 Juli 2014. Acara tersebut diprakasai oleh media cetak yang tak asing lagi. Yaitu oleh Suara Merdeka dan dibantu oleh Telkomsel serta berbagai tim yang lain.
Acara tersebut juga dihadiri oleh beberapa tamu undangan diantaranya adalah. Wakil wali kota Tegal, Ketua Kementrian Agama Kota Tegal dan yang lain.
Dalam kesempatan ini santri-santri diharapkan setelah mengikuti acara pelatihan jurnalistik tersebut, nantinya bisa menjadi santri yang mampu menjawab tantangan masa depan dengan melalui literatur yang benar-benar obyektiv.
Narasumber atau pembicara dalam acara penulisan tersebut diantaranya adalah Bapak Trias Purwadi. Beliau adalah ketua PWI Perwakilan Jawa Tengah. Beliau menyampaikan bahwa, seorang penulis itu tidak harus seorang wartawan. Siapa saja bisa dan memiliki kemampuan yang sama. Selain itu beliau juga memaparkan bahwa, dengan mampu menulis kita akan dipermudahkan ketika membuat karya ilmiyah khususnya disekolaan atau perguruan tinggi. Mampu menjadi motivasi bagi diri sendiri dan orang lain dan akan bisa lebih mudah di kenal oleh masyarakat luas.

Selasa, 17 September 2013

cerita untuk pak guru

Hai sahabat-sahabatku kenapa kau tidak mau bermain bersamaku. Teman-temanku, temanilah aku. Tapi kalau yang nakal aku tidak akan memaafkan mereka. seperti Dimas, Dimas adalah salah satu anak yang nakal sekali. Dia juga pernah menyalahkan aku. Akukan tidak pernah menyalahkan Dimas? Hai Dimas, kenapa kamu tidak mau berteman denganku? yaAllah lindungilah teman-temanku, yaAllah aku menyayangi mereka kecuali Dimas.
“pak nanti ini tolong dibacakan ya, biar Dimas tau” begitu katanya.
*Meski terkesan lucu, tapi ini adalah bahasa permintaan yang indah. Sudah seharusnya kita yang lebih dewasa untuk bersikap lebih bijak terhadap anak kecil atau peserta didik. Agar mereka juga tumbuh sebagai remaja yang berkepribadian baik.