MI Mambaul Ulum

Selamat datang di blog MI Mambaul Ulum. Semoga bermanfaat.

Kegiatan Ziaroh Kubur

Kegiatan ini diadakan setiap akhir tahun. sebagai wujud pembelajaran ruhaniah bagi para siswa

Sabtu, 12 Juli 2014

gerakan santri menulis

Gerakan santri menulis dilaksanakan di Pondok pesantren Mambaul Ulum pada hari Sabtu, 12 Juli 2014. Acara tersebut diprakasai oleh media cetak yang tak asing lagi. Yaitu oleh Suara Merdeka dan dibantu oleh Telkomsel serta berbagai tim yang lain.
Acara tersebut juga dihadiri oleh beberapa tamu undangan diantaranya adalah. Wakil wali kota Tegal, Ketua Kementrian Agama Kota Tegal dan yang lain.
Dalam kesempatan ini santri-santri diharapkan setelah mengikuti acara pelatihan jurnalistik tersebut, nantinya bisa menjadi santri yang mampu menjawab tantangan masa depan dengan melalui literatur yang benar-benar obyektiv.
Narasumber atau pembicara dalam acara penulisan tersebut diantaranya adalah Bapak Trias Purwadi. Beliau adalah ketua PWI Perwakilan Jawa Tengah. Beliau menyampaikan bahwa, seorang penulis itu tidak harus seorang wartawan. Siapa saja bisa dan memiliki kemampuan yang sama. Selain itu beliau juga memaparkan bahwa, dengan mampu menulis kita akan dipermudahkan ketika membuat karya ilmiyah khususnya disekolaan atau perguruan tinggi. Mampu menjadi motivasi bagi diri sendiri dan orang lain dan akan bisa lebih mudah di kenal oleh masyarakat luas.

Jumat, 04 April 2014

kau cantik aisyah part II


Akhirnya selesai juga aku mendadani Aisyah. Kupandangi dengan seksama, Aisyah terlihat cantik dengan balutan baju muslimah, wajahnya yang polos,senyumnya yang manis walau dengan hidung yang kurang maju satu senti. Semua itu adalah ciptaan Allah. Manusia adalah ciptaan Allah yang sempurna dengan karakteristik dalam tubuhnya. Ada yang berhidung mancung, ada yang pesek, postur tubuh yang tinggi atau pendek.
“Aisyah cantik kalau pakai kerudung, lebih cantik lagi kalau hati Aisyah baik”,  kataku sembari membetulkan kerudungnya.
“Maksud kakak”, tanya Aisyah dengan nada penasaran.
”Nanti kalau habis sholat maghrib akan kakak jelaskan”, 
“Kok tidak sekarang kak, oh iya kan mau berangkat sekolah madrasah, Aisyah berangkat sekarang ya kak”.
Aisyah pergi dengan riang, rupanya sudah tertanam dalam hatinya apa yang tadi kukatakan.

Selasa, 25 Maret 2014

Kau Cantik Aisyah

Suara gemuruh membangunkan aku dari tidur siangku, diselingi dengan hembusan angin yang begitu kencang seakan-akan mau menerbangkan atap rumah. Tidak lama kemudian terdengar bunyi guyuran air mengenai genting.
Oh...ternyata hujan turun lagi. Enggan sekali aku beranjak dari tempat tidur karena rasa kantuk masih menghantui, tetapi ku paksakan diri mengingat tugas yang masih menanti didepan mata.
Ku buka jendela, kulihat bebarapa tetangga sedang sibuk menyelamatkan jemuran dari serangan hujan ada juga yang berusaha membawa masuk hewan ternaknya.
Yah., sudah tujuh hari berturut-turut hujan turun. Air sumur yang tadinya hampir kering kini sudah terisi lagi bahkan tingginya hampir mencapai permukaan sumur.Kebun yang semula tandus kini sudah tampak rumput-rumput liarnya.Untung saja hujan selama seminggu tidak membuat banjir dirumahku entah dikota lain.
Pelan-pelan aku masuk ke kamar adikku, kulihat aisyah masih terbuai dalam tidur siangnya apalagi suasana hujan sore ini pasti membuatnya tambah terlelap. Tidurnya begitu tenang dan nyaman membuat kedamaian bagi yang melihatnya .
“Aisyah..,bangun sudah hampir sore”.
Kugerakkan pundak aisyah perlahan-lahan.
”Ah..kakak”