MI Mambaul Ulum

Selamat datang di blog MI Mambaul Ulum. Semoga bermanfaat.

Kegiatan Ziaroh Kubur

Kegiatan ini diadakan setiap akhir tahun. sebagai wujud pembelajaran ruhaniah bagi para siswa

Jumat, 16 Maret 2012

GOTONG ROYONG

           Selain menyampaikan pelajaran di dalam kelas, kami selaku dewan guru MI mambaul Ulum juga ingin turut serta menanamkan sikap gotong royong terhadap peserta didik sedini mukin. Salah satunya yakni dengan diadakannya kerja bakti, hal ini dilakukan tidak lepas dari beberapa harapan, diantaranya yaitu agar siswa-siswi kelak mampu menjadi manusia yang suka saling bergotong royong, peduli terhadap lingkungan, kebersihan dan yang terpenting adalah mampu menerapkan atau mengamalkan ilmu yang mereka dapatkan.
Hal ini dipandang perlu, Karen sejak lengsernya masa pemerintahan orde lama yaitu masa pemerintahan Bapak. Soeharto sudah sangat asing sekali terlihat kegiatan-kegiatan positif tersebut. Sehingga berimbas pada kecintaan masyarakan terhadap bangsannya mulai merosot. Pada masa itu gotong royong dalam bentuk kerja bakti masih sering kita jumpai di lingkungan masyarakat, namun kenyataan sekarang sudah tidak seperti dulu lagi.
“ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk”

ini adalah potret semangat mencangkul, mamotong dan membersihkan selokan dan rumput di sekitar lingkungan sekolah. team ini terdiri dari kelompok putra kelas empat, lima dan enam

setelah dicangkul dipotong dan dirapikan, selanjutnya adalah di bersihkan, dilanjut teman-teman putri dari kelas lima dan enam. nyapunya yang bersih yah,,, biyah suaminya ganteng....







untuk bagian yang terahir adalah pengangkutan sampah ke dalam grobak dan dibakar sampai habis, tetap semangat walau tersesat... eh,, jangan yah, jangan sampai tersesat,,, tapi harus tetap semangan hijau negriku hijau bangsaku, sejahtera rakyat indonesia.
semoga kebersihan senantiyasa mengiringi keseharian kami, bersih otaknya, bersih hatinya dan dibersihkan tingkah lakunya dari hal-hal yang mampu mengotori jalan hidup kami. aamiin.!!!
 BERSAMBUNG..!



Jumat, 09 Maret 2012

EKSPRESI CINTA KEPADA RASULULLAH SAW


Oleh : Anita, S.Pd.I
Nabi Muhammad SAW adalah rasul terakhir yang diutus oleh Allah di muka bumi. Rasulullah memiliki akhlak yang mulia.Sesuai dengan firman Allah “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”. Beliau bukanlah sosok yang yang berwajah sangar dan berwatak keras. Akan tetapi beliau adalah sosok manusia yang mudah memaafkan, penuh toleransi, lembut dan penyayang terhadap umatnya.
Rasulullah SAW selalu memerintahkan kebaikan kepada manusia dan beliau adalah orang yang pertama yang melakukannya.Beliau mencegah manusia dari kejahatan,maka beliau adalah orang yang pertama menjauhinya. Ini adalah kesempurnaan akhlak beliau. Tidak mengherankan karena akhlak beliau akhlak adalah Al-qur’an. Oleh karena itu kita sebagai umatnya hendaknya mencintai Rasulullah melebihi cinta kita pada diri sendiri. Cinta pada diri Rasulullah tidak hanya diucapkan dengan lisan tetapi hendaknya kita terapkan melalui amal perbuatan kita. 
Bagi orang beriman hadirnya beliau mengusung risalah da’wah adalah kenikmatan dan karunia yang amat besar dari Allah, sebab beliau mengajarkan nilai-nilai kebenaran Al-qu’an, mensucikan jiwa mereka dengan akhlak terpuji serta membuat mereka mengenal berbagai aturan kehidupan yang indah dan lurus. Pengenalan yang mendalam terhadap Rasulullah SAW dan ajaran beliau akan melahirkan cinta mendalam kepada beliau. Dan ini akan menjadi pintu gerbang seorang muslim merasakan manisnya keimanan. Sebab ketika kecintaan mereka kepada Allah dan Rasul-Nya melebihi kecintaan kepada apapun mereka akan merasakan halawatul iman (manisnya iman).
A.    KIAT MENUMBUHKAN CINTA KEPADA RASULULLAH SAW
Sosok Rasulullah memang mendapatkan tempat dihati setiap muslim. Hanya saja diera modern ini seringkali. Secara verbalisasi seorang yang memiliki rasa cinta akan terus menyebut-nyebut apa yang dicintainya.Contoh orang cinta sepak bola tentu akan mendiskusikan tentang sepak bola. Demikian pula bila kita ingin menumbuhkan cinta kepada Rasulullah, maka kita perlu mengingat dan menyebut nama beliau dalam shalawat. Bahkan s ecara syar’I dalam Alqur’an dinyatakan bahhwa”Sesungguhnya Allah dan para malaikat bershalawat kepada Nabi, hai orang-orang yang beriman bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. Dari ayat ini Allah telah menganjurkan kepada manusia untuk bershalawat dan menyampaikan salam kesejahteraan kepada Nabi Muhammad SAW. Menyampaikan shaalawat kepada Nabi pada hakikatnya tidak akan mengurangi kemuliaan beliau, karena sesungguhnya kemuliaan yang dimiliki Nabi adalah sifat kemuliaan Allah. Kemuliaan yang tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh hujan. Jadi shalawat kepada Nabi pada hakikatnya adalah kemuliaan Allah. Barang siapa bershalawat dan memberikan cintanya kepada Nabi melebihi cintanya terhadap diri sendiri maka Allah akan mengangkat derajat kemuliaan ketempat yang setinggi-tingginya dan Allah akan menjatuhkan kemuliaan serendah-rendahnya kepada siapa saja yang tidak mau.
Internalisasi memiliki maqam(kedudukan) yang lebih tinggi dari verbalisasi karena sudah meluas pada aspek kognitif dan afektif. Menurut Herbert C Kelman, seorang psikolog social memberikan uraian bahwa internalisasi mempunyai pengaruh yang lebih terhadap perilaku karena sudah mendapat pengabsahan secara rasional. Umat Islam akan diantarkan pada bobot  cinta yang paripurna manakala berupaya mempelajari dan mengkaji lembaran sejarah Rasulullah (sirah) karena disana banyak mutiara yang belum terangkat.
Identifikasi merupakan penyatuan pribadi sesorang dengan pribadi yang dicintai. Orang meneladani Rasulullah karena mereka membentuk identitas dirinya dengan  menisbahkan kepadanya. Karena pengetahuan kognitifnya membenarkan pada pribadi  beliau yang agung.Inillah makna ucapan Rasulullah “anta ma’an man ahabta(menyatukan akhlak Rasulullah dalam kepribadian dirinya”. Beruntunglah orang – orang yang akhlaknya ddidekatkan pada akhlak Rasulullah karena tarikan cinta kepadanya.”Barang siapa menghidupkan sunahku pertanda dia cinta kepadaku dan siapa saja yang mencintaiku dia akan bersamaku disurga.”(Al Hadist)
B. BUKTI RASA CINTA
Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah ke dunia sebagai rahmat bagi seluruh alam. Jadi tidak hanya manusia yang mendapat rahmat itu. Dalam hadist disebutkan bahwa untapun  mendapatkan rahmat dari Nabi Muhammad SAW. Unta tersebut berbicara kepada Nabi supaya dirinya dibeli saja dari tuannya yang zalim. Mendengar keluhan itu Nabi menyanggupi membelinya. Ketika menjadi tunggangan Nabi, unta itu tidak usah diperintah sudah menyediakan dirinya untuk melayani Nabi.
Begitu juga batang kayu kurma yang menjadi sandaran Nabi ketika berada dimimbar. Ketika akan diganti karena sudah rapuh, kayu itupun menangis. Ia tidak ridha untuk diganti, karena baginya sangatlah bersyukur dan nikmat dapat melayani Nabi diakhirat nanti, maksudnya masuk surga bersama beliau.
Kisah lainnya, daging kambing yang sudah masak dapat berbicara kepada Nabi bahwa didalam dirinya ada racun yang sengaja dimasukkan oranng kafir untuk membunuhnya. Meski Nabi tahu bahwa daging itu beracun, tetap saja beliau memakannya, sebab beliau khawatir daging tersebut akan dimakan sahabat sehingga dapat membahayakan , lebih baik Nabi sendiri yang menanggungnya.Kalau tidak ada ketentuan ini hanya khusus untuk Nabi, banyak kaum  muslimin bersedia makan daging beracun demi Rasulullah. Ini menandakan besarnya cinta mereka kepada Nabi Muhammad SAW, begitu juga dengan cinta Nabi kepada umatnya. 
Ungkapan cinta kepada Nabi juga diekspresikan oleh umat Islam. Misalnya pada bulam Rabiul Awal umat Islam khususnya di Negara Indonesia merayakan peringatan Maulud Nabi.Mereka mendasarkan niatnya bahwa itu dilakukan demi cinta kepada Rasulullah SAW.Peringatan ini merupakan tradisi yang berkembang dimasyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad wafat.Secara subtansi peringatan tersebut merupakan ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Rasulullah SAW. 
* Penulis adalah guru di MI Mambaul Ulum

Sabtu, 03 Maret 2012

Peluang Dan Tantangan Pendidikan Islam

Peluang Pendidikan Islam
Sebenarnya pendidikan islam mempunyai banyak bentuk peluang hal ini dikarenakan oleh berbagai macam faktor .Pertama yakni dari segi tujuan, menurut imam Al-Ghozali, tujuan pendidikan islam mepuanyai dua hal.1. mengantarkan kesempurnaan manusia yang berujung pada taqarub ilallah.2. mengantarkan manusia untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akherat.Kedua yakni dari segi fungsi,setidaknya pendidikan islam setidaknya memiliki tiga fungsi yakni1. menumbuhkembangkan (kapasitasfisik dan psikis) peserta didik ketingkat normative yang lebih baik.2. melestarikan ajaran islam yang meliputi ibadah, muamalah, munakahah, dan jinayah3. melestarikan kebudayaan dan peradabanselain dari apa yang telah tersebut di atas, sebenarnya pendidikan islam mempunyai peluang tang sangat luas. Di zaman yang eperti sekarang ini. Sebut saja (era globalisasi) yang menurut macke marjinal. Globalisasi sangat mengancam umat manusia,dan apabila kita lihat lebih dekat globalosasi ialah suatu ke adaan yang ditandai oleh adanya penyatuan politik, ekonomi, social, imu pengetahuan, teknologi dan lain sebagainya.Bagi umat islam era globalisasi sendiri ialah suaatu hal yang biasa,karena pada zaman klasik (abad ke-6 s.d. 13M) umat islam telah muali membangun hubangan-hubungan komonikasi, peradaban dan ilmu pengetahuan dengan Negara-negara lain. 
Tinggal bagaimana kita dalam menentukan sikap sebagai geberasi penerus atau sebagai pewaris, agar pendidikan islam mendapat peluang yang nantinyadapat diterima oleh umat manusia dan perkembanganya.Setelah apa yang telah dipaparkan di atas, pendidikan mempunyai berbagai macam peluang.dikaranakanmasyarakat pada masa inimulai muncul kesadaran akan pentngnya sebuah pendidikan yang dapat menyelamatkan dirinya dalam proses kehidupan didunia dan akherat pada nantinya.Sertamunculya berbagai macam tuntutandari lapisan masyarakat akan pentingnya untuk melestairikan kebudayaan.Bila kita kaji dari tujuan,fungsi serta pengalaman yang cukuplama dalam penidikan islam. Kiranya pendidikan islam adalah satu-satumya yang akan dapat lebih bias diterima. Karena hal tersebut ialah yang sekarang dibutuhakan oleh masyarakat.seharusnya kitadapat masuk dalm ruangantersebut, sehingga pendidikan islamdapat berkembang dan pendapatkan respon yang baik dari masyarakat.namun dalam proses yang seperti itu selalu ada saja penyelewengan dan ketidaktahuan arti sesungguhnya sehingga yang awalnya ialah sebuah peluang akan dapat berubah menjadi sebuah ancaman atau emacam tantangan pendidikan islam.
Tantangan Pendidikan Islam
Dewasa ini tantangan pendidikan islam amat jauh berbeda dengan pad zaman dahulu, baik secara nternal maupun eksternal. Tantangan pada zaman dahulu masih sangt bera, namun secara psikologis dab idiologis lebih mudah untuk diatasi,hal ni disebabkan oleh dua fakto.pertama, masa kehidupan mereka lebih dekat dengan sumber ajaran islam yakni Al-Quran dan Assuna. Kedua, umat islam pada masa itu masih sangat segar serta mempunyai kesemangatan yang sanat tinggi terutama dalam bidangmilitansi yang bersifat untuk memajukan.dikarenakan mereka mengenal islam dan pendidikan islam bukan karenafaktor keturunan.Sedangkan secara eksternal uma islam belum mengalami tantangan yang sangat serius , dikarenakan pada masa itu keadaan Negara-negara lain (eropa dan barat) masih belum bangkit dan maju seperti pada saat sekarangi.Pendidikan islam di masa sekarang mempunyai beberapa macam tantangan, diantaranya yakni, pertarungan untuk menghadapi berbagai macam idiol-diolgi besar duni. Di era globalisasi saat ini,keadaan dunia ditandai oleh empat kecenderungan. Dan hal ini juga telah menjadi sebuah ancaman atau semacam tantangan bagi pendidikan islam.Pertama, kecenderunagn integrasi. Singkatnya yakni pendidikan hanya di jadikan alat pengumpul uang.Kedua, kecenderungan pengaruh teknologi tinggi (high technologie) hal ini menyebabkan turunya akhlak peserta didik kepada seorang guru atau pengajar dan menyebabkan biyaya pendidikan formal semangkin mahal. Secara tidak langusng orang miskin di larang untuk sekolah.Ketiga, kecenderungan interpedensi (kesalingtergantungan) hal ini berimbas kepada kalangan pengguna lulusan. Nilai atau setandar kelulusan dijadikan sebagai patokan utama.Keempat, kecenderungan muculnya penjajah baru dalam bidang kebudayaan (new colinatatian in culture) yang mengakibatkan terjadinya pola pikir (imindset) masyarakat pengguna pendidikan formal,yaitu dari yang semula mereka belajar dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan intelektual, moral fiisik, dan psikinya. Berubah menjadi belajar untuk mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang besar.